SAHABAT = SANGAT HEBAT

    Menurutmu saat-saat terindah itu kapan? Mungkin menurutku saat-saat terindah adalah ketika dompetmu kenyang dengan uang lembar seratus ribuan, itu mungkin salah satunya. Tapi kebahagiaan utama biasanya ketika kalian bersama dengan teman-teman kalian. Yaa, itu memang kebahagiaan yang biasanya dialami setiap manusia. Ketika mereka lagi kumpul bareng sahabat mereka. Coba kamu pikir ulang, yang tau status facebookmu untuk siapa? “sahabat”. Yang tau perasaanmu yang sebenarnya? “sahabat”. Yang terima kamu kalo lagi gak ada duit? “sahabat”. Yang tau mewek jeleknya kamu? “sahabat”. Terlalu banyak yang bisa diketahui oleh sahabat. Mungkin seumpama aku tulis disini semuanya, bisa menghabiskan waktu bukanan untuk selesai membaca tulisan ini. Salah satu contoh indahnya sahabat, mungkin bagi kalian yang suka spongebob :
    Ketika spongebob bertanya pada patrick ketika mau berangkat sekolah
Spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?
patrick : menunggumu kembali..

Saat spongebob menjadi kaya dan melupakan patrick juga tmn2 yg lain. spongebob memohon kepada patrick, dan spongebob berkata:
"kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali"

Saat Patrick menjadi pintar
“pengetahuan tidak bisa menggantikan persahabatan, aku lebih baik jadi idiot daripada aku harus kehilangan kamu”

    Ternyata kelihatan,, aku memang menyukai spongebob.
    Matahari terbit dengan begitu manisnya, dan matahari juga tak pernah terlambat untuk menyinari bumi. Walaupun matahari itu selalu menyinari bumi.. hehehehe…. Cuma ada bagian-bagiannya aja kan, mangkannya terciptalah siang dan malam. Niatnya mau bikin kata-kata yang puitis, tapi sekarang jadinya malah belajar Biologi gini… ^^
    Aku bersama kedua orang sahabatku sebut saja Nova dan Oq. (nama diurutkan berdasarkan abjad) aku sedang latihan band bersama mereka. Menghabiskan waktu mulai pagi hingga siang hari. Dan pada saat adzan Dhuhur berkumandang kita sudahi latihan minggu ini dengan melanjutkan shalat Dhuhur berjamaaah. Tapi Oktavia lagi gak ikut shalat, katanya lagi gak boleh aja^^. Dan aku yang menjadi Imam di dalam Shalat tersebut. Setelah shalat selesaipun, tercetuslah pikiran untuk keluar bareng jalan-jalan.
    “Cup, gimana kalo nyari makan, laper nich”, Oq menawarkan
    “Lah untuk apa nyari makan di bawah, kan mamanya Nova punya banyak makanan tuh di bawah.” (karena kebetulan studio berada dilantai atas rumah Nova).
    “Tapi sayang cup, hari ini mamaku lagi ada acara, jadi pembantuku lagi gak masak, soalnya cuma ada aku di rumah” Nova melanjutkan pembicaraan.
    “Ke baksonya pak Parman aja” cetus Oktavia memutus pembicaraan.
    “Nich anakk -.-“ lanjutku yang mengetahui bakso pak Parman tidak sehat untuk dompet.
    “Yaa udah kita pergi ke warung soto solo langganan kita ajaa” kata Oq
    “Setuju!!” serempak Cuma gak bareng-bareng amat.
    Akhirnya kamipun berangkat ke warung soto solo. Aku boncengan sama Oktavia, dan Oq bersama Nova. Semoga saja mereka tidak h*mo yaa. Lama diperjalanan kita lihat ada tukan becak yang lagi duduk2an di becaknya. Yaa karena kalo lagi duduk-dudukan di bajajnya itu berarti tukang bajaj bukan tukang becak. Perjalanan tak terasa lama diiringi candaan yang tercipta oleh adanya kebodohan sahabat. Konyolnya anak muda..
    Setelah kami berempat sampai di warung soto solo. Kami buru-buru masuk dengan langkah yang mulai lemas karena mungkin factor kekosongan perut sehingga tubuh sedikit membungkuk. Okta yang suka makan pun sangat semangat sekali melaksanakan kegiatan ini. Dengan menggandeng tanganku dengan mesra namun terdapat sedikit tarikan oleh tangannya. Weleehhh…..weleeeehhhh. Pacar yang baik ya. Tapi sayang agak jahat sama dompetku.
    Setelah berbincang-bincang sedikit lama dengan pelayannya. Pesananpun didapatkan. 5 soto solo, 3 es soda gebira, dan 1 jus alpukat. Jangan ditanya yaa, mengapa sotonya lima padahal orangnya Cuma 4. Pasti kamu berfikiran kalo aku yang pesen dua, padahl bukan. Oktavia yang pesen dua. Niat hati sih ingin makan dua mangkuk, tapi yang ada Oktavia pesen banyak. Yaa jadi karena aku masih sayang dengan dompetku. Aku wurungkan saja niatku.
    Setelah pesanan selesai pun, kami makan dengan lahapnya seperti buaya yang dilempari ayam oleh penjaga kebun binatang. Dan aku mulai iseng dengan menuangkan 4 sendok sambal ke mangkuk Nova yang pada saat itu sedang berada di kamar mandi. Kini Nova telah kembali dari kamar mandi dan memakan soto tersebut. Hikihkikihkiki tawa kecil yang tidak bisa disembunyikan lagi keberadaanya. Tek perlu waktu yang lama untuk melihat wajahnya Nova memerah karena kepedesan. Seketika itu pula Nova mengetahui siapa pealakunya.
    “jangan gini juga lah cup, aku itu laper!” nova berkata
    “yaa kan aku Cuma bercanda aja”
    “Bercandaanmu berlebihan, kalo gini aku mau makan gimana?”
    “Yaa maaf”

    Setelah pulang dari warung soto solo Nova melajukan motornya dengan kencang tanpa menghiraukan maafku yang aku ucapkan pada Nova. Malah Okta ikut-ikutan marahi aku emang bener sih yang aku lakuin itu sebuah kesalahan besar. Entah aku atau kalian tidak sadar, tapi cobalah sadari, memafkan musuh itu lebih mudah daripada memaafkan sahabat.   Dan mencari sahabat itu lebih susah daripada harus mencari musuh.
    Tapi setelah waktu berjalana agak lama, dan menikmati waktu yang terus berputar. Akhirnya Nova mau memaafkanku. Dengan ucapan supaya aku berjanji agar tidak mengulanginya kembali.dan mulai saat ini aku selalu berusaha untuk menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulutku, sehingga orang yang berada disampingku bisa merasakan nyaman. Coba mengerti pula perasaan orang lain. BERSAHABATLAH SEPERTI SPONGEBOB DAN PATRICK.


Read Users' Comments ( 0 )