SAHABAT = SANGAT HEBAT

    Menurutmu saat-saat terindah itu kapan? Mungkin menurutku saat-saat terindah adalah ketika dompetmu kenyang dengan uang lembar seratus ribuan, itu mungkin salah satunya. Tapi kebahagiaan utama biasanya ketika kalian bersama dengan teman-teman kalian. Yaa, itu memang kebahagiaan yang biasanya dialami setiap manusia. Ketika mereka lagi kumpul bareng sahabat mereka. Coba kamu pikir ulang, yang tau status facebookmu untuk siapa? “sahabat”. Yang tau perasaanmu yang sebenarnya? “sahabat”. Yang terima kamu kalo lagi gak ada duit? “sahabat”. Yang tau mewek jeleknya kamu? “sahabat”. Terlalu banyak yang bisa diketahui oleh sahabat. Mungkin seumpama aku tulis disini semuanya, bisa menghabiskan waktu bukanan untuk selesai membaca tulisan ini. Salah satu contoh indahnya sahabat, mungkin bagi kalian yang suka spongebob :
    Ketika spongebob bertanya pada patrick ketika mau berangkat sekolah
Spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?
patrick : menunggumu kembali..

Saat spongebob menjadi kaya dan melupakan patrick juga tmn2 yg lain. spongebob memohon kepada patrick, dan spongebob berkata:
"kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali"

Saat Patrick menjadi pintar
“pengetahuan tidak bisa menggantikan persahabatan, aku lebih baik jadi idiot daripada aku harus kehilangan kamu”

    Ternyata kelihatan,, aku memang menyukai spongebob.
    Matahari terbit dengan begitu manisnya, dan matahari juga tak pernah terlambat untuk menyinari bumi. Walaupun matahari itu selalu menyinari bumi.. hehehehe…. Cuma ada bagian-bagiannya aja kan, mangkannya terciptalah siang dan malam. Niatnya mau bikin kata-kata yang puitis, tapi sekarang jadinya malah belajar Biologi gini… ^^
    Aku bersama kedua orang sahabatku sebut saja Nova dan Oq. (nama diurutkan berdasarkan abjad) aku sedang latihan band bersama mereka. Menghabiskan waktu mulai pagi hingga siang hari. Dan pada saat adzan Dhuhur berkumandang kita sudahi latihan minggu ini dengan melanjutkan shalat Dhuhur berjamaaah. Tapi Oktavia lagi gak ikut shalat, katanya lagi gak boleh aja^^. Dan aku yang menjadi Imam di dalam Shalat tersebut. Setelah shalat selesaipun, tercetuslah pikiran untuk keluar bareng jalan-jalan.
    “Cup, gimana kalo nyari makan, laper nich”, Oq menawarkan
    “Lah untuk apa nyari makan di bawah, kan mamanya Nova punya banyak makanan tuh di bawah.” (karena kebetulan studio berada dilantai atas rumah Nova).
    “Tapi sayang cup, hari ini mamaku lagi ada acara, jadi pembantuku lagi gak masak, soalnya cuma ada aku di rumah” Nova melanjutkan pembicaraan.
    “Ke baksonya pak Parman aja” cetus Oktavia memutus pembicaraan.
    “Nich anakk -.-“ lanjutku yang mengetahui bakso pak Parman tidak sehat untuk dompet.
    “Yaa udah kita pergi ke warung soto solo langganan kita ajaa” kata Oq
    “Setuju!!” serempak Cuma gak bareng-bareng amat.
    Akhirnya kamipun berangkat ke warung soto solo. Aku boncengan sama Oktavia, dan Oq bersama Nova. Semoga saja mereka tidak h*mo yaa. Lama diperjalanan kita lihat ada tukan becak yang lagi duduk2an di becaknya. Yaa karena kalo lagi duduk-dudukan di bajajnya itu berarti tukang bajaj bukan tukang becak. Perjalanan tak terasa lama diiringi candaan yang tercipta oleh adanya kebodohan sahabat. Konyolnya anak muda..
    Setelah kami berempat sampai di warung soto solo. Kami buru-buru masuk dengan langkah yang mulai lemas karena mungkin factor kekosongan perut sehingga tubuh sedikit membungkuk. Okta yang suka makan pun sangat semangat sekali melaksanakan kegiatan ini. Dengan menggandeng tanganku dengan mesra namun terdapat sedikit tarikan oleh tangannya. Weleehhh…..weleeeehhhh. Pacar yang baik ya. Tapi sayang agak jahat sama dompetku.
    Setelah berbincang-bincang sedikit lama dengan pelayannya. Pesananpun didapatkan. 5 soto solo, 3 es soda gebira, dan 1 jus alpukat. Jangan ditanya yaa, mengapa sotonya lima padahal orangnya Cuma 4. Pasti kamu berfikiran kalo aku yang pesen dua, padahl bukan. Oktavia yang pesen dua. Niat hati sih ingin makan dua mangkuk, tapi yang ada Oktavia pesen banyak. Yaa jadi karena aku masih sayang dengan dompetku. Aku wurungkan saja niatku.
    Setelah pesanan selesai pun, kami makan dengan lahapnya seperti buaya yang dilempari ayam oleh penjaga kebun binatang. Dan aku mulai iseng dengan menuangkan 4 sendok sambal ke mangkuk Nova yang pada saat itu sedang berada di kamar mandi. Kini Nova telah kembali dari kamar mandi dan memakan soto tersebut. Hikihkikihkiki tawa kecil yang tidak bisa disembunyikan lagi keberadaanya. Tek perlu waktu yang lama untuk melihat wajahnya Nova memerah karena kepedesan. Seketika itu pula Nova mengetahui siapa pealakunya.
    “jangan gini juga lah cup, aku itu laper!” nova berkata
    “yaa kan aku Cuma bercanda aja”
    “Bercandaanmu berlebihan, kalo gini aku mau makan gimana?”
    “Yaa maaf”

    Setelah pulang dari warung soto solo Nova melajukan motornya dengan kencang tanpa menghiraukan maafku yang aku ucapkan pada Nova. Malah Okta ikut-ikutan marahi aku emang bener sih yang aku lakuin itu sebuah kesalahan besar. Entah aku atau kalian tidak sadar, tapi cobalah sadari, memafkan musuh itu lebih mudah daripada memaafkan sahabat.   Dan mencari sahabat itu lebih susah daripada harus mencari musuh.
    Tapi setelah waktu berjalana agak lama, dan menikmati waktu yang terus berputar. Akhirnya Nova mau memaafkanku. Dengan ucapan supaya aku berjanji agar tidak mengulanginya kembali.dan mulai saat ini aku selalu berusaha untuk menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulutku, sehingga orang yang berada disampingku bisa merasakan nyaman. Coba mengerti pula perasaan orang lain. BERSAHABATLAH SEPERTI SPONGEBOB DAN PATRICK.


Read Users' Comments ( 0 )

UCUP MENJADI BEDA, UCUP BERUBAH

Ucup Menjadi Beda

    Hari-hariku berlalu kini semakin bahagia dengan Oktavia, begitu sebaliknya,, Della yang aku gatau lagi keadaannya setelah keputusan OSIS untuk sementara si bekukan. Entah apa yang bisa membuat aku sebahagia ini. Biasanya hari-hari dipenuhi dengan kejanggalan-kejanggalan yang tidak aku mengerti sebelumnya. Karena kejanggalan merupakan takdir. Jadi tidak ada yang mengetahuinya.
    Hari ini, hari minggu. Waktunya untuk seneng-seneng bareng Oktavia, karena malem minggu kemarin aku belom sempet keluar jalan-jalan sama Oktavia. Karena menurutku lebih asik habiskan waktu pada hari minggu aja, karena bisa seharian. Tapi yaa memang kurang enak untuk dompetku. Karena sekarang tanggal tua. Belom waktunya gajian. Jangan salah,,, menyangka aku masih sekolah sehingga aku tidak punya gaji. Memang benar, tapi kan kalo tanggal tua, aku juga gak dapet duit dari orangtua.
    Cerita-ceritaku akhir-akhir ini mungkin mulai membosankan, hanya menceritakan keAPESanku sehari-hari. Yaa karena memang gak ada yang bisa diceritain dari kebahagiaan seorang Ucup, soalnya memang gak ada. Yaa mungkin kebahagiaanku hanya terletak pada Oktavia kali ini, untung saja dia masih mau menerima aku. Mungkin jangka waktu dia tidak sadar dengan apa yang terjadi saat ini pada Oktavia terlalu panjang. Sehingga Oktavia masih mau menerima aku, mencintai aku, mennyayangi aku. Semoga kutukan pada Oktavia ini terjadi untuk selamanya.
    Ketika dijalan, banyak sekali orang-orang yang tak tau aturan, karena memang saat ini banyak orang yang kurang berpendidikan menggunakan sepeda motor. Temenku aja kemarin baru dapet SIMnya odong-odong, sekarang dia udah sok-sokan bawa motor. Dan akhirnya dia di tabrak becak. Untungnya saja pak becak itu tidak marah-marah sama dia. Cuma aja, pak becak itu minta ganti rugi. (kayaknya lebih baik marah-marah daripada ganti rugi)… Akibat jalanan semrawut. Aku ditabrak lari oleh mobil Jazz warna putih. Dan aku masuk rumah sakit, tanpa aku meminta ganti rugi. Kali ini yang sakit bukan hanya seluruh anggota tubuh, tapi hatiku juga sakit. Karena aku gak bisa dapet uang dari orang yang menabrakku lari. Maksudnya orang yang mengendarai mobil itu melakukan tabrak lari terhadapku, bukan orangnya menabrakku dengan cara berlari.
    Akupun menginap di rumah sakit, semua orang cemas terhadapku. Wajahku jatuh duluan dan terseret aspal waktu itu. Hebat kan aspal bisa menyeret wajahku. Intinya wajahku sekarang penuh luka. Dan yang aku rasakan, banyak enaknya sekarang di Rumah Sakit. Karena Oktavia yang menemani hari-hariku di rumah sakit bersama orang tuaku. Aku kan jarang diperhatiin seperti ini. Temen-temenku juga banyak yang datang kesini sambil membawa buah-buahan kesukaanku.
    Dan setelah berhari-hari aku berada di rumah sakit, sekarang tibalah waktuku untuk pulang ke rumah. Aku lumayan bahagia, juga lumayan sedih karena kehilangan kebahagiaan yang jarang aku rasakan ketika aku berada di Rumah Sakit seperti kemarin. Dan sekarang aku mulai ngerjain tugas-tugas sekolah yang aku belom kerjakan selama aku tidak masuk sekolah. Bahagiapun datang lagi, ketika Okta mau menemaniku mengerjakan tugas yang tidak sedikit ini.
    “aku bantuin kamu yaa sayang ngerjain tugas di rumahmu, boleh kan?” pesannya lewat bbm.
    “boleh banget lah sayang, jangan lupa bawa makanan kucing kesukaanku”
    “aneh-aneh aja kamu yank…yank, aku bawain kamu baksonya Pak Parman aja yaa sayang, kesukaanmu.”
    “boleh banget tuch yank.” Seruku bahagia.
    “yaa tapi kamu yang bayarin”
    “iyaa…..” seruku terluka.
    “yaa udah,, mumumu sayang… tunggu aku disana yaa”
    “mumumu juga sayang, ati-ati yaa bawa mobilnya”

*gak bakalan seru kalo kamu belom baca cerpen yang “CINTAKU BERMULA DI UKS”

    Bener kan yang aku bilang… aku merasa dompetku kembali DIET. Entah mengapa setelah aku dari rumah sakit. Perhatian banget Okta ke aku. Kok gak mulai dari dulu aja kayak gini yaa?? Ini yang namanya bahagia itu??? Susah nemuinnya dihidupku…
    Sekarang udah besok. (bingung yaa) ini ceritanya udah keesokan hari. Ketika aku berangkat sekolah. Kali ini aku benar-benar hati-hati membawa motor. Supaya aku bisa sampai sekolah dengan selamat. Ada yang aneh pula pada hari ini. Gak seperti biasanya Oktavia meminta aku menjemput untuk berangkat sekolah. Mungkin Karena Okta malu punya cowok seganteng sejelek aku ini. Tapi tetaplah aku biarkan saja kebahagiaan ini mengalir. Semoga saja sampai aku mati aku bisa berasama Okta. Kalo perlu kuburan kita tetanggaan. Jadi nanti ditanya sama malaikatnya bareng-bareng.
    Akhirnya setelah 15 menit perjalan aku sampai disekolah dengan selamat. Dengan seperti biasanya menyapa pak satpam yang sering aku beri uang untuk membantu aku kabur dari sekolah. Lagi-lagi gak seperti biasanya. Turun dari motor. Okta menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam sekolah?? Hal yang sangat aneh. Keanehan ini bisa saja masuk ke On The Spot “7 KEANEHAN-KEANEHAN YANG PALING ANEH DARI YANG TERANEH”. Andai saja setiap hari Okta seperti ini sama aku, aku makin bahagia. Dan aku makin sayang sama Okta. Mungkin dia udah lupa sama rasa malunya.
    Ketika aku masuk ke sekolah pun, aku diberitahu kabar unik dari Tomi.
    “cup tadi ada cewek yang minta pin BBmu”
    “siapa emangnya??” tanyaku penasaran yang bercampur aduk dengan bahagia
    “Fenny, Rosa, Yuli, Bunga, Puspi, Vebby, Putri. Dan ada 3 lagi tapi aku lupa namanya, habis makan apa kamu emangnya?? Banyak bener..”.
   
Sebelum aku selesai mendengarkan pembicaraan Tomi, aku Sudah terlebih dahulu pingsan. Ternyata menurut survey, aku memilik aura yang beda dan aku tampak lebih tampan daripada biasanya. Dan itu membuat aku memiliki daya tarik yang lebih. (kenapa gak dari dulu aja sih aku kayak gini) pikirku dalam hati. Yang penting mulai saat ini, aku lebih bahagia lagi dari hari-hari sebelumnya. God knows what will happen next.


                                     BERSAMBUNG…


Read Users' Comments ( 0 )

CERPEN OSIS MENGENASKAN




OSIS MENGENASKAN

            Sudah pada tau kan, ibu jari itu apa? Yaa,, ibu jari itu JEMPOL. Jempol anak muda sekarang digunakan untuk apa? Untuk SMSan, BBMan, FACEBOOKan, TWITTERan. Emang gak ada salahnya anak muda sekarang menggunakan jempolnya untuk lomba ngetik kata-kata yang gak perlu. Tapi itu sesuatu yang sangat bermanfaat untuk jempol. Karena memang fakta, jempol sudah mulai terdiskrimansi, jempol sudah jarang digunakan. Jempol tidak lagi bisa kita acungkan untuk pemerintahan Indonesia. Tidak bisa kita acungkan untuk anak yang mendapatkan nilai bagus. Karena memang semua hasil curian. Lalu apa yang bisa kita gunakan dari jempol?? Yaa main HP. Satu kata yang mulai menghilang “DISIPLIN”. Jadi jempol kita disiplin untuk main HP berarti jempol kita menyelamatkan disiplin dari kepunahan.
            Dulu ketika di SMAN 17 Jatiroto melakukan pemilihan ketua OSIS, aku termasuk 17 dari ribuan anak untuk dijadikan ketua OSIS, keren juga. Aku gak kebayang bisa meraih ini semua. Padahal yang lebih ganteng dari aku itu banyak. (karena sekarang memang ketua OSIS jual KUANTITAS, bukan KUALITAS) jadi aku lumayan mengherankan kejadian ini karena masuk dalam 7 kejadian aneh di on the spot. Aku bisa masuk ke 17 besar karena aku selalu tiba tepat waktu katanya. Menurutku disiplin itu harga keseimbangan, bukan barang yang bisa di tawar menawar. Karena kata ‘DISIPLIN’ itu termasuk persimpangan. Yang bisa membuat kita tampak baik, ataupun kita tampak buruk.
            Kampanye dilaksanakan, jantungpun tak menentu. Seperti ada perang dunia ke3 dalam hati, karena hatiku berdegup terlalu kencang, kecepatan 180km/h. bayangin tambah 1km/h lagi mungkin aku bisa mati ditempat, masuk UGD.. lalu…… hidup lagi. ‘sedikit aneh’. Tak ada persiapan yang matang untuk sebuah kampanye karena memang kampanye ini langsung diadakan tampa pemberitahuan. Maka dari itu ada perang dunia ke3 dijantungku. Lebih baik nembak cewek waktu upacara, daripada kampanye gak ada persiapan.
            Aku memutar otak, dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah, bahkan dari sabang sampai merauke. Akhirnya aku menemukan cara memikat teman2ku seupaya aku bisa menjadi ketua OSIS. Seimbangkan murid dengan guru / merdekakan murid. Jadi intinya murid sama-sama bebas seperti guru, kalau guru suka terlambat berarti siswanya juga boleh terlambat. Tapi karena pidatoku ini, aku hampir saja dibenci semua guru. *padahal udah*. Tapi tidak ada salahnya yang aku bicarakan, guru itu suka terlambat. Entah terlambat masuk sekolah, atau terlambat masuk kelas. Tapi yang aku herankan, guru itu gak pernah telat apabila waktunya gajian.
            Akhirnya aku  terpilih menjadi ketua OSIS. Dengan usahaku yang terlalu jujur dan membuat guru benci ini, aku bakalan berusaha membuat pemikiran guru terhadapku barbalik 180 derajat. Sehingga aku tak perlu lagi memiliki dosa karena aku dibenci dan dibicarakan oleh guru-guru. Setelah itu aku dilantik menjadi ketua OSIS dan Della menjadi wakilku, betapa senangnya aku memiliki wakil secantik Della, kok bisa dia mau jadi wakilku. Mungkin dia sadar aku orang yang memiliki aura kuat. (Aura untuk dibenci).
            Sesudahnya aku dilantik, mulai diadakan rapat untuk anggota OSIS. Membicarakan masalah acara ulang tahun sekolah. Yang kalo aku pikir-pikir acara pasti akan berjalan sangat seru, masalahnya ulang tahun sekolah kali ini aku yang menjadi koordinatornya. Rapat akan diadakan besok pagi pukul 04.210 itung aja sendiri rapat yang sebenarnya jam berapa. Hatiku ingin cepet2 besok, karena besok aku janji bakaln berangkat dengan menjemput Della terlebih dahulu dan berangkat bareng Della. Tanpa ku sadari, aku sudah mirip dengan tukang ojek.
            Esokpun datang, hari yang indah, langitnya biru cerah, bersemi dan berseri, si cantik pelangi pagi. Itulah Della, aku jadi serasa bagus netral pada hari itu. Ketua OSIS berangkat bareng dengan wakil ketua OSIS. Terlihat sekali kepalsuan kekompakan. Aku jemput Della pada hari itu, dan aku disuruh menunggu papanya 1 jam. Sialan banget kan pak tua botak yang berkumis dan berjanggut mata melotot. Bayangin betapa seremnya ayah si Della, seperti mickey mouse. Mickey mouse serem?? Iyaa emang, aku mimpi buruk habis nonton mickey mouse. Tapi aku sadar, kenapa aku harus menunggu 1 jam, karena waktu itu memang masih jam 6 pagi, masuknya aja jam setengah 8, kelihatan banget aku kalo berharap bareng sama si Della terus.
            Kesialan pun terjadi, banku bocor di tengah jalan di depan kuburan china, dan akhirnya aku dorong sepeda motorku sedangkan Della, yaaa Della naik taksi, dan aku yang bayarin. Sial banget jadi cowok itu. Sekolahku berjarak sekitar 15km dari rumah Della, kalo dari rumahku hanya 2km jadi sia-sia banget perjuanganku selama ini? Aku pun nemuin tambal band, masudnya tambal ban. Disitu aku curhat dengan seseorang, aku menangis, aku peluk bapak itu, dan aku jelaskan. Bahwa banku bocor. Aku harus menunggu-menunggu lagi, jadi tema unuk hari ini adalah menunggu kesialan.
            Setelah banku selesai ditambal, akhirnya aku langsung ngebut ke sekolah motorku jalan sangat kencang, sekitar 40km/h. lebih cepat detak jantungku waktu aku harus melaksanakan yang namanya kampanye. Sesampainya disekolah, aku  langsung memasuki ruang dengan meminta maaf kepada Pembina OSIS. Bu Yunita. Bu Yunita menghiraukanku, tapi memaafkanku. Tumben-tumbennya Bu Yunita maafin kesalhanku dan gak marah—marah. Ternyata eh ternyata, coordinator untuk acara ulang tahun sekolah sudah dipindahkan ke tangan Bobi, dan semua angan-anganku di acara sekolah ini gagal semuanya, aku hanya menjadi anak gawang di perlombaan sepak bola. Ya menurutku itu hukuman setimpal buat anak yang rumahnya dekat tapi terlambat selayaknya aku ini.
            Setelah lama menunggu lagi, akhirnya event OSIS yang baru pun telah hadir. Yaitu acara LDK anggota OSIS yang digunakan untuk melantik anggota2 yang saat ini. Yang dibicarakan pertama kali adalah tempat tujuan dimana akan diakan LDK ini. Rapat yang pertamapun dilaksanakan, aku tetep aja berusaha bagaimana caranya agar aku bisa berangkat bareng sama Della. Sudah lama aku menanti cintanya^^.
            Untung penjemputanku yang kedua kepada Della tidak lagi gagal. Semuanya berjalan dengan lancar. Dan aku hari itu bisa dating rapat tepat waktu menurut waktu yang di BBM Bobi kepadaku. Tapi sialnya ternyata aku dibohongi oleh sib obi. Lagi2 aku terlambat, dan pandangan Bu Yunita terhadapku sudah berubah. Aku tidak bertanggung jawab dimatanya. Aku tidak disiplin menurutnya. Mulai saat itu rasanya hati ini telah hancur lebur. Della pub bisa2nya pulang bareng sib Bobi.
            Setelah kejadian kemarin, aku terlambat repat, akhirnya aku mendapatkan surat dari Bu Yunita yang berisikan bahwa aku tidak bisa lagi menjadi ketua OSIS. Karena SMAN 17 Jatiroto memerlukan sosok ketua OSIS yang bertanggung jawab. Semakin kesini, semakin serius pula cerita ini, aku tidak inin pembaca ikut bersedih membaca tulisanku ini. Sebaiknya pembaca menyukai tulisanku saja.
            Lebih kaget lagi diriku ini, setelah mengetahui yang menggantikanku menjadi ketua OSIS bukanlah Della. Namun si Bobi yang telah kurang ajar terhadap ku itu. Karena dia, aku tidak lagi menajdi ketua OSIS. Tapi biarlah, ini jalan terbaik tuhan. Semuanya aku lalui dengan hati yang terbuka. Dan aku mengetahui pelajaran baru. Orang munafik itu tidak terlihat namun bisa dirasakan. Sama halnya dengan kentut.
            Waktupun berjalan seperti biasa 1 menit diisi dengan 60 detik yang berdetak. Kurasakan kehilangan semangat hidup dari hari ke hari. Ketika aku tidak bisa lagi mewujudkan mimpi siswa-siswa untuk menyetarakan kedudukan siswa dengan gurunya. Seolah-olah mentari yang telah siap menyinari bumi, namun terlebih dahulu tertelan oleh awan mendung. Suatu hari nanti. Matahari pasti tetap akan terbit kembali spertin biasanya.
            Keanehan mulai terjadi, kegiatan OSIS yang diadakan oleh Bobi bersama Della, ternyata sama saja. Berjalan tidak mulus. Aku dan tomi yang merasakan hal itu terjadi. Kesialan-kesialan yang aku alami seperti ban bocor, dan dibhongin masalah waktu. Itu terjadi pula pada Bobi. Bobi langsung saja menuduhku seakan-akan tidak ada tersangka lain selain aku. Padahal aku tidak mengerjakan ini semua. Dalam hati aku berpikiran. Tuhan itu memang adil, adukan saja semuanya kepada tuhan kita/
            Setelah beberapa waktu, akhirnya Bobi mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Yaitu Kelvin. Kelvin tidak terima atas perlakuan yang dilakukan Bobi terhadapku sehingga Kelvinpun membalaskan dendam. Dia memang teman baikku, dia juga merupaka teman yang setia. Sama seperti rumput. Kecil tapi selalu menjaga.
            Bu Yunita memang tidak menyukai anak-anak yang tidak disiplin. Aku akui memang Bu Yunita merupakan guru yang paling disiplin. Mencari guru yang seperti ini susahnya minta ampun di Indonesia. Menurut surfei yang dilakukan “oetjoepedia.blogspot.com” 2 dari 10 orang diindonesia lebih memilih terlambat bersama daripada disiplin. Itu yang terjadi pada Indonesia sekarang. Bu Yunita sampai saat ini tetap memaksakan memakai Bobi.
            Rapat tentang acara tahun baru diadakan. Tapi mengapa aku selalu saja memiliki masalah. Kali ini masalahkuu lebih parah daripada ban bocor. Sembelit masalahku yang kali ini, aku tidak bisa focus mengikuti rapat, dan aku jadi sasaran empuk tempat pengejakan dan tempat membuang amarah. Wajahku sangat pucat sekali, seperti kucing yang tidak makan 3 hari berturut-turut. Aku menahan rasa ingin kentutku. Dan ku coba-coba keluarkan perlahan, supaya tidak ada yang mengetahui. Misi pertama berhasil, meletupkan kentut tapi tidak ada yang mengetahui. Hanya saja kita sekelas saling menyalahkan satu sama lain. Aku aja menuduh Bobi yang kentut. Hehehe. Kentut yang kedua aku coba keluarkan perlahan-lahan namun yang terjadi kentutku keluar dengan suara pelan tapi merdu. Seperti biola. Tapi yang ini baunya istimewa. Mampus sudah aku dibuat caci maki anak sekelas. Semenjak itu pula, Della tidak mau lagi jalan-jalan bareng sama aku lagi, mungkin dia takut apabila aku kentut did pan muknanya. Tapi pikiran dia terlalu lebay. Mana mungkin aku kentut di mukanya. Pastinya aku kentut dibelakang pantatku lah.
            Masalah demi masalah terjadi di ilingkungan OSIS, dari mulai terbetuknya 2 kubu, yaitu kubu Kelvin dan kubu Bobi. Aku inginnya sih ikut kubunya Della, sayangnya Della tidak membuat kubu. Sudah tampaklah kehancuran di OSIS tahun ajaran kali ini, aku ikut-ikutan tidak enak sebagai ketua OSIS pertama kali ini yang sepertinya akan berakhir berantakan.
            Semuanya menjadi kacau, ketika Bu Yunita mengetahui semua ini, kami semua harus dihadapkan dengan bapak kepala sekolah yang berkumis lebat itu. Bukan sesuatu yang mudah untuk menghadapi Kepala Sekolah. Karena aku yakin, Kepala Sekolah lebih berpengalaman untuk menyeleseaikan masalah yang seperti ini. Dan sepertinya kesalahan ada padaku, seolah-olah aku yang membuat seperti ini, aku menjadi  ketakutan. Tapi sebagai lelaki sejati aku tidak akan pernah mundur menghadapi masalah. Tapi aku pulang dari sekolah karena aku pura-pura mules. Akhirnya pertemuan dengan Kepala Sekolahpun dibatalkan. Semakin terasa firasatku bahwa aku termasuk dalam tersangka dalam kasus kali ini, karena hanya karena tidak ada aku. Semuanya dibatalkan.
            Aku pun sampai rumah dengan perasaan yang lega, karena aku berhasil meloloskan diri dari pertemuan dengan kepala sekolah. Aku pun melanjutkan aktivitasku dengan tidur siang. Cerita yang membosankan sampai saat ini mungkin.
            Ketika aku bangun dari tidurku, aku melihat ada 7 pesan BBM baru, ternyata Tomi memberitahuku dengan kata-kata yang lebay seperti ini “m4mPu5, b350k k3p4l4 s3k0lah 4d41n p3rt3mUan in s3k0laH”. Yaa aku bales “aku bukan Serlock Holmes, bisa nemuin kata sandi :P” anak-anak sekarang memang mulai aneh. Untung aja aku ngerti, meskipun aku belum berguru pada Serlock Holmes. Tapi aku harus siap menghadapi semua ini.
            Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan tubuh yang kaku, wajah memelas pucat pasih. Karena aku mengetahui bakalan ada pertemuan yang bisa mengahancurkan reputasiku di sekolah ini. Aku biarkan hari ini berjalan dengan apa adanya, dan seperti biasanya. Kami semua (anggota OSIS) memasuki ruangan kepala sekolah dengan kepala menunduk. Bukan karena aku merasa takut, tapi karena berfikiran siapa tahu ada uang jatuh di ruangkan pak Kepala Sekolah, tapi ternyata tidak ada L. Makin hancurlah perasaan ini, ketika aku yang dianggap bersalah oleh Kepala Sekolah. “Ini semua karena Ucuplah pelakunya”, kenapa pak Kepala Sekolah ikut-ikutan manggil Ucup yaa? Berarti Ucup sudah terkenal, tak apalah. Dan akhirnya aku kali ini tidak mengikuti pertemuan yang kedua kalinya, karena kali ini aku pura-pura pingsan karena kaget mendengar berita tadi. Namun hasil rapat tetaplah ada, yaitu menempatkan Della sebagai ketua OSIS. Karena mungkin lelaki yang betanggung jawab di dunia ini jumlahnya sudah mulai berkurang, dibandingkan 1 windu yang lalu.
            Sementara pemerintahan Della berlanjut, aku harap tidak akan ada lagi masalah yang akan terbuat disini. Dan berharap aku bisa menjadi menteri yang terbaik buat Della. Walaupun tidak akan seburuk menteri2 di Indonesia ini.
            Saat semuanya mulai bahagia dengan keadaan Della sebagai ketua OSIS yang baru, yang membuat OSIS lebih bermakna di sekolah. Namun pada akhirnya OSIS di bekukan untuk sementara karena Bu Yunita meninggal dunia karena kecelakaan yang menyebabkan Bu Yunita meninggal dunia.
            Kami semua berangkat ke rumah sakit dengan perasaan yang sedih, Della menangis riang, oh sorry. Maksudku menangis sedu karena kepergian sosok Bu Yunita yang sangat bertanggung jawab, walaupun seringkali pula membuat aku jengkel karena perintahnya yang terlalu bervariatif. Aku pun masih banyak merasa bersalah kepada beliau karena aku sering menjadikan Bu Yunita barang pembicaraan yang tidak baik, dan aku belom sempat meminta maaf kepada Bu Yunita. Semoga Bu Yunita di terima disisinya di alam sana.
            Sampai saat ini, OSIS vakum untuk sementara, menunggu pergantian Pembina OSIS, dengan kepergian Bu Yunita semuanya menjadi hancur. Kini aku telah sadar, bahwa orang yang aku benci, orang yang aku jengkelkan. Terkadang orang itu masih ada niat baik kepada kita. Aku menyesal karena kejadian ini semua, aku telah menghancurkan OSIS SMAN 17. Dan aku masih belom bisa mempertanggung jawabkan itu semua, karena aku tidak tahu apa yang bisa aku perbuat untuk tanggung jawab atas kesalahanku pada sekolah ini.
            Bu Yunita meninggalkan pesan seperti ini di map tempat absensi para anggota OSIS:
            “Anak-anak sekalian, Bu Yunita sangaaat (“A”nya tiga) berterima kasih atas apa yang kamu berikan kepada Bu Yunita. Entah mengapa Bu Yunita ingin sekali mengucapkan terima kasih akhir-akhir ini. Tapi Bu Yunita tidak bisa menyampaikannya secara langsung. Sampai suatu saaat nanti kamu semua membaca surat ini, Bu Yunita meminta maaf apabila Bu Yunita sering sekali menjengkelkan kalian. Itu semua karena Bu Yunita sayang pada kalian. Dan terutama buat Ucup yang mungkin merasa terbebani akibat adanya Bu Yunita. Bu Yunita minta maaf, sebenarnya Bu Yunita hanya ingin menjadikan Ucup anak yang bertanggung jawab. Maafkan Bu Guru yaa Cup, tapi apabila kamu sempat membaca surat ini dan mau memaafkan kesalahan Bu Yunita pada kamu. Setelah Bu Yunita tidak bisa kamu lihat lagi, Bu Yunita harap kamu sudah berubah menjadi anak yang bertanggung jawab seperti yang Bu Yunita inginkan. Terima kasih semua… “Bu Yunita”.”
            Entaah mengapa setelah membaca surat itu aku mulai meneteskan air mataku, hingga membasahi lantai ruang OSIS. Kini aku merasakan hisup sia-sia di bumi ini karena aku telah mengecewakan Bu Yunita. Ternyata Bu Yunita telah memiliki firasat buruk pada dirinya.
            Dan kita harus melakukan yang terbaik, yang kita miliki kepada siapapun. Apalagi terhadap orang tua kita. Karena kita tidak akan mempu mebalas semua jasanya. Dan patuhlah kepada orang tua, karena yang mereka inginkan kita menjadi anak baik. Tidak mungkin orang tua meinginkan anaknya menjadi anak nakal. Sebisa mungkin kita patuh kepada mereka, sebagai rasa terima kasih kita telah dibesarkan hingga saat ini. Sebelum mereka pergi meninggalkanmu.
           


Read Users' Comments ( 0 )

FAKTA UNIK TENTANG SOPAN


           
FAKTA UNIK TENTANG SOPAN
Jadi orang sopan itu memang mengasyikkan. Ceritaku hari ini tentang kesopanan seorang siswa. Siwa yang sopan itu siswa yang disayang oleh guru. Tapi sayang sopan sekarang sudah diada-ada banyak seorang siwa yang pura-pura sopan untuk meraih simpati gurunya.
FAKTA TENTANG SOPAN :
1.      Sopan itu mahal harganya
Sopan sekarang itu sudah mulai susah dicari. Coba aja kamu pergi ke tempat pereman-pereman. Jarang sekali ada orang yang sopan disana
2.      Sopan itu berbahaya
Sopan bisa saja membuat kita dibenci orang lain, misalnya teman kita. Kita akan dibenci oleh teman kita, apabila kita bisa meraih simpati para guru. Jadi berhati-hatilah dalam sopan.
3.      Sopan itu menjengkelkan
Sopan merupakan perilaku yang menjengkelkan, karena akan menghasilkan orang menjengkelkan, dan kita akan terkesan menjengkelkan. Padahal sebenarnya kita bukan orang yang menjengkelkan. Tapi orang pasti mengira bahwa kita menjengkelkan. Padahal mereka sendiri yang menjengkelkan
4.      Sopan dan sombong beda tipis
Selain karena berbeda akhiran, sopan dan sombong mempunyai arti yang beda tipis dimata penilainya. Entah mengapa semua ini bisa terjadi

Ceritaku hari ini adalah, pas aku ikut les Bhs Inggris. Aku berusaha seperti apa adanya aku. Orang yang humoris tapi tidak begitu lucu. Tapi aku sangat senang sekali. Mengapa? Aku dibilang dewasa sama Bu Guru. Karena aku bisa menjadi orang yang sopan. Akhirnya aku bisa dibiang anak yang dewasa oleh Bu Guru. Betapa bahagianya aku. Namun aku juga heran. Karena menurutku sendiri aku adalah anak yang manja, dan berbahaya. Sedikit ceritaku tentang sopan. Mangkannya berusahalah menjadi anak yang sopan. Supaya disayang Bu Guru, dan mendapatkan nilai rapor baik^^.


Read Users' Comments ( 0 )

CEPERN CINTAKU BERMULA DI UKS



           
 CINTAKU BERMULA DARI UKS

            Cerita ini datang ketika aku mengalami mimisan saat berhadapan dengan seorang wanita di UKS. Akhirnya aku bisa tersembuh dari penyakitku. Jomblo kronis. Kali ini semuanya sudah berbeda, aku tidak lagi pingsan ketika aku harus berhadapan dengan wanita cantik. Aku hanya sedikit ngiler ataupun pipis di celana.
            Bermula ketika aku mengikuti upacara, dan aku lupa sarapan paginya, sehingga terasa lemas sekali ketika aku mengikuti upacara hari ini. Aku mual, dan aku pusing. Aku hanya bisa berdoa supaya upacara ini cepat selesai berjalan. Kalo perlu upacaranya gak usah berjalan, tapi berlari saja. Supaya cepet selesai jadinya.
            Tapi apa daya, aku tidak tahu lagi apa kejadian sebelumnya. Ketika aku membuka mata, yang terlihat hanyalah ruangan bercat hijau dan disebelahku ada guru piket. Dan dia berkata bahwa aku tadi pingsan ketika mengikuti upacara. Awalnya buguru menyuruhku pulang, dan aku bahagia karena bisa pulang sebelum jam pelajaran selesai. Jadi terlintas di benakku untuk tidak sarapan ketika ada upacara lagi. Tapi ketika barang-barangku di kemasi. Aku hanya bisa terbengong melihat cewek cantik yang tiba-tiba memasuki UKS.
            Setelah barang-barangku selesai di kemasi oleh Tomi, teman sebangkuku. Aku tidak jadi pulang, karena mengingat yang akan menjagaku di UKS ini seperti dinginnya malam yang dapat membuat buluku merinding, untung saja aku mimisan ketika aku ditanya oleh kakak yang menjagaku “kamu pulang sekarang?”, aku langsung jawab “gk kok, masih pusing aku. Aku kayaknya Cuma butuh maem aja”.. sambil mengusap mimisanku,, aku jawab pertanyaan, sehingga aku gagal dipulalangkan. Dan aku bercerita bahwa aku sangat suka sekali yang namanya makan. Jadi sepulang sekolah aku ajak dia makan di kantin belakang sekolah.
            Aku pun memasuki kelas lagi setelah aku diberi teh hangat oleh kakak cantik yang ternyata bernama Oktavia. Dilihat dari namanya udah ada oktanya, pasti dia lahir bulan Maret. Biarlah dia lahir bulan apapun, meskipun lahir sesudah Januari tapi sebelum Februari. Tidak akan mengurungkan niatku untuk mendekatinya. Dan aku pun berharap bel sekolah cepat berbunyi, dan aku bisa bertemu lagi dengan Oktavia sepulang sekolah.
            Akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggupun tiba, aku pulang sekolah dengan berbunga-bunga. Aku tunggu dia di depan gerbang sekolah. Setelah beberapa iklan sudah lewat akhirnya telah aku lihat wanita berambut panjang, bermata biru berkulit putih, dan bertubuh kencang yang tadi pagi menemani aku di UKS. Aku seperti harimau yang melihat kijang makan rumput di tengah padang rumput. Karena minim sekali ada kijang makan rumput di padang pasir. Setelah dia naik dimotorku, dia aku ajak berbicara “mau kemana neng”, dan dia ketawa kecil “ahh ngulucu aja kamu ini”. Kami pun berhenti di bakso pak Parman, karena bakso pak Parmin sedang tutup karena pak Parmin bersama Parmon dan Parmuno pergi ke rumah pamanya yang bernama Permen. Bakso pak Parman menurut pembicaraan anak-anak adalah bakso yang berbahaya. Mungkin nanti di tengah-tengah makan, baksonya bisa meledak. Karena mendengar berita tadi. Akhirnya aku hanya pesan es soda gembira kesukaanku, dan dia makan bakso.
            “enak baksonya?” tanyaku di awal perbincangan, namun dia menjawab”enak kok”, aakupun penasarn, akhirnya naluri makanpun tidak bisa dibendung lagi. Aku memesan dua mangkok sekaligus. Tapi ternyata memang bener2 enak, Okta pun ternyata wanita yang cukup rakus. Dia nambah lagi dua mangkok. Tapi yaa aku biarkan saja. Setelah beberapa saat kita mengobrol ternyata dia baru saja putus dari pacarnya karena LDR. Akibat Okta tidak kuat menjalani hubungan jauh. Seneng banget aku waktu mendengar berita itu.
            Dua mangkok yang aku pesan cepat sekali habis. Ternyata bakso pak Parman itu bener-bener enak, dan aku belom menemukan bahayanya bakso pak parman. Biarlah yang penting bakso pak Parman enak sekali, dan aku bakalan tetap beli baksonya pak Parman. Dan setelah kami berdua mau pulang, dan kami berdua bertukar pin BB. kita pun pulang. Dan aku membayar baksonya, disini aku menemukan bahayanya bakso pak Parman. Sialan ternyata bakso pak parman satu mangkoknya Rp 75.000. aku pun sadar, bakso pak parman lebih berbahaya dibandingkan buguru yang lagi marah.
            Aku pun pulang sambli meratapi nasib dompetku. Ternyata bakso pak Parman dibuat dari daging sapi impor. Sialnya lagi ketika aku menurunkan Okta di depan rumahnya, Okta ngajak ke baksonya pak Parman lagi. Enak katanya baksonya. Tapi biarah demi cinta, aku yakin besok aku bakalan nemuin alasan yang baru buat ngeles. Tapi hari ini begitu indah rasanya. Aku harap bahagia ini tidak hanya satu hari ini saja.
            Hari kedua aku mengenal Oktavia, satu kisah telah terbuat di bakso pak Parman, entah apa kelanjutannya hari ini. Hanya mungkin aku tidak siap mengikuti langkah detak jantung yang begitu cepat, sehingga aku merasakan mentari tak mampu bersinar sebaik biasanya. Sudah terlihat senyum Oktavia yang begitu manis, dengan langkah yang lembut, rambut yang berterbangan kemana-mana, seperti artis-artis di TV, jadi seperti mimpi ini semua. Dan aku melangkah mendekati Oktavia yang duduk di bangku kantin dengan mata menggodaku untuk segera menyatakan cinta. Tapi mungkin aku harus minum jamu kuat dulu supaya aku tidak pingsan apabila harus bener-bener ngungkapin perasaan ke Oktavia.
                “ehh Okta, udah lama disini?” tanyaku pada Okta,
“Barusan aja aku disini, gimana nanti sepulang sekolah jadi ke baksonya pak Parman lagi.” Mendengarnya aku pun menelan ludah GGGLLLLLEEKKKKK!!.
“mmm,, gimana kalo ganti tempat aja, supaya ada tempat baru”.
“okelahh terserah kamu aja.”
           
            Mendengar Okta tidak masalah ketika aku ajak ke tempat lain itu rasanya bahagia banget. Dan akhirnya tak terasa, lonceng petanda pulang sekolah berbunyi. Kedengarannya seperti ada kuntilanak yang mau masuk ke sekolah Teng….Teng….Teng….
            Aku pun mengajak Okta mengelilingi jalanan yang berlubang, supaya dia bisa nempel sama aku^^. Malemnya aku keluar lagi sama Okta, nonton fim hot (film yang terbaru maksudnya). Semakin lama kedekatanku dengan Okta semakin tumbuh. Entah apakah sama yang aku rasakan dengan yang Okta rasakan. Semangat untuk sekolahpun menjadi berkibar. Seperti bendera yang diletakkan tengah laut, entah siapa yang mau menaruh di tengah laut.
            Tiap hari aku BBMan dengan Okta, makin hari makin sayang. Lambat laun mulai kupertunjukkan sikapku yang aneh, yang secara tidak langsung menggambarkan aku suka sama dia. Kugambarkan sikapku dengan nulis namanya dikamar mandi wanita, “mention” dia terus, retweet semua yang dia tweet. Suatu ketika aku membaca tweetnya Okta yang bertuliskan. “When you tell me that you love me”. Entah itu buat siapa. Tapi rasa GR di dalam hatiku tak bisa ku sembunyikan.
            Berminggu-minggu telah berlalu, aku putuskan untuk mengungkapkan rasa yang sebenarnya pada Okta. Kejadian apapun yang akan aku alami nanti, harus kuterima. Misalnya aku pingsan waktu aku mau ngomong, aku mimisan di sampingnya. Atau mungkin nanti aku berak di celana melihat senyumnya. Dan aku harus pula menyiapkan mental apabila mendapatkan jawaban yang paling buruk. Yaitu “DITOLAK”. Aku bakalan gak masuk seminggu kalau aku bisa sampai di tolak oleh Oktavia.
            Aku ajak dia dinner di restoran yang sangat mewah. Yaa dirumahku tempatnya. Aku pandangi matanya, aku lihat manis senyumnya dan aku pegang tangannya. Ini, ini saatnya aku berbicara. Dalam hati ku menggumam seperti itu. “Okta aku sebenernya udah lama suka sama kamu, aku nyaman ada sama kamu. Aku Cuma pengen hari-hariku sekarang diisi oleh senyum indahmu, sampai suatu saat nanti. Tidak ada orang yang bisa berak lagi”. Kata-kata yang romantis telah aku gelontorkan sekuat tenaga, walaupun sedikit gugup dan kaku. Dengan aku mengungkapkan bahwa aku sayang dia, dia tersenyum, ketawa-ketawa. “ayoolah jawab, mumpung aku belum pingsan” pintaku lagi. “maafin aku yaa cup, aku gak bisa”. DUUUEEERRRR!!!!! Hatiku meledak seketika. Dan badanku langsung dingin. “maafin aku yaa,,”. Aku jawab dengan perkataan yang sangat munafik “iyaa gak apa-apa kok”. “iyaa maafin aku, soalnya aku memang gak bisa. Aku gak bisa jauh sama kamu. Aku mau jadi cewekmu.”
            Gilaaaaaaaa!!!!!!! Ini pertama kalinya aku diterima cewek, walaupun SUMPAH, dia begitu cantik, banyak cowok yang ngrebutin dia. Tapi Okta lebih milih aku, yaa mungkin Okta lagi gak sadarkan diri. Tapi biarlah, yang terpenting sekarang. Bagaimana caranya bisa membuat Okta bahagia sama aku. Aku tak akan pernah lupakan hari ini. 17 Desember 2013.
            Jadi kepada semua cewek-cewek, cobalah untuk mencoba membuka pintu untuk yang mau mendekati, gak semua cowok ganteng baik akhlaknya, dan gak semua cowok jelek, jelek pula akhlaknya. Jadikan cowok seperti bus, yang mencoba berhenti yang kita terima. Toh kalo kita gak cocok sama itu bus (misalnya itu bus gak berAC), kita bisa baik-baik bilang untuk berhenti katakan “kiri” maka kita bisa pergi dengan baik-baik. Dan bus yang berACpun di dalam belum tentu kita bisa merasa nyaman.  Siapa tahu ada yang mencurigakan, ada sesuatu yang di sembunyikan. Sehingga kita tidak betah berada dalm bus ataupun cowok yang baik. Dan buat para cowok. Hampir mirip, semuanya sama ajaa. Dan kita harus tetap mencobanya :D. Oktavia aja kenak?? ^^.


Read Users' Comments ( 0 )