UNTUKMU YANG (PERNAH) SINGGAH DI HATI



UNTUKMU YANG (PERNAH) SINGGAH DI HATI
            Pernah sesekali waktu aku bangun dari tidurku yang cukup nyenyak ini. Dan tidak sengaja kucari namamu yang biasanya mengisi daftar notifikasiku. Walaupun menyapaku hanya dengan seutas kata “pagi”. Namun kata itu terasa sangat berarti untuk pagiku. Notifikasi sosial media yang seharusnya terdengar merdu karna tertulis namamu disitu, kini tak kurasa lagi betapa hanyutnya nada tersebut.
            Tak jarang kenangan yang begitu manis seperti es krim stroberi kembali melintas di pikiranku yang kini sudah tidak bisa lagi berjalan dengan seharusnya. Tampak di sudut ruang kecil ini, debu yang pernah menemani kita menghabiskan detik demi detik. Saksi bisu yang terlalu banyak apabila ditemui satu persatu. Bagaimana aku bisa lupa akan hadirmu ? apabila disetiap langkahku aku melihat benda yang bisa mengingatkanku akanmu. HP ini, yang pernah memotret kisah lucu kita berdua. BBM ini yang pernah dipenuhi kalimat-kalimat manja darimu. Pundak ini yang pernah lama kau sandari. Telinga ini yang pernah mendengar bisikan manismu. Abadi dan tak akan mati.
            Aku juga ingat bagaimana lucunya wajahmu ketika menangis, betapa menyebalkannya wajahmu ketika kamu cemburu pada seseorang yang sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu. Kenangan itu masih nyata terasa. Roda memang harus berputar, jika tidak. Tidak akan ada yang maju ataupun mundur. Kelanjutan kisah itu masih perlu untuk kita ketahui, kita hadapi, dan kita nikmati.
            Kubuka foto-foto lama yang masih belum ada jaring laba-labanya. Kisah ini pernah kita lewati, kisah ini pernah kita jalani. Beruda, iya hanya berdua. yang terdengar cukup nada merdumu dan suara sumbangku yang berisik. Masih juga sering kuingat. Voice note yang biasanya mengisi sela-sela kosong hariku menemani cela-cela sempit sibukku. Seandainya saja aku bisa tahu jika ini yang terjadi. Mungkin aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu, daripada aku harus melupakanmu. Mungkin melupakan seseorang adalah hal yang mudah, tapi melupakan kenangan bersama seseoranglah yang akan sangat sulit untuk dilupakan.
            Cerita ini mengajarkanku pada satu hal nyata yang memang harus di hadapi. Perpisahan adalah teman dari pertemuan, dimana tidak akan ada hal yang bisa memisahkan mereka berdua. Rela ?, iya aku harus rela. Mungkin ini sepenggal paragraf yang bisa ku bagi dengan apa yang ku alami. Kita semua akan menikmati fase ini, fase dimana kita harus bangun dari nyenyak kita di pagi tadi, dan meskipun tidak sengaja mencari nama seseorang yang ingin kita cari. Kita harus sadar, bahwa orang itu sudah tidak ada bersama kita lagi.


Read Users' Comments ( 1 )