CEPERN CINTAKU BERMULA DI UKS



           
 CINTAKU BERMULA DARI UKS

            Cerita ini datang ketika aku mengalami mimisan saat berhadapan dengan seorang wanita di UKS. Akhirnya aku bisa tersembuh dari penyakitku. Jomblo kronis. Kali ini semuanya sudah berbeda, aku tidak lagi pingsan ketika aku harus berhadapan dengan wanita cantik. Aku hanya sedikit ngiler ataupun pipis di celana.
            Bermula ketika aku mengikuti upacara, dan aku lupa sarapan paginya, sehingga terasa lemas sekali ketika aku mengikuti upacara hari ini. Aku mual, dan aku pusing. Aku hanya bisa berdoa supaya upacara ini cepat selesai berjalan. Kalo perlu upacaranya gak usah berjalan, tapi berlari saja. Supaya cepet selesai jadinya.
            Tapi apa daya, aku tidak tahu lagi apa kejadian sebelumnya. Ketika aku membuka mata, yang terlihat hanyalah ruangan bercat hijau dan disebelahku ada guru piket. Dan dia berkata bahwa aku tadi pingsan ketika mengikuti upacara. Awalnya buguru menyuruhku pulang, dan aku bahagia karena bisa pulang sebelum jam pelajaran selesai. Jadi terlintas di benakku untuk tidak sarapan ketika ada upacara lagi. Tapi ketika barang-barangku di kemasi. Aku hanya bisa terbengong melihat cewek cantik yang tiba-tiba memasuki UKS.
            Setelah barang-barangku selesai di kemasi oleh Tomi, teman sebangkuku. Aku tidak jadi pulang, karena mengingat yang akan menjagaku di UKS ini seperti dinginnya malam yang dapat membuat buluku merinding, untung saja aku mimisan ketika aku ditanya oleh kakak yang menjagaku “kamu pulang sekarang?”, aku langsung jawab “gk kok, masih pusing aku. Aku kayaknya Cuma butuh maem aja”.. sambil mengusap mimisanku,, aku jawab pertanyaan, sehingga aku gagal dipulalangkan. Dan aku bercerita bahwa aku sangat suka sekali yang namanya makan. Jadi sepulang sekolah aku ajak dia makan di kantin belakang sekolah.
            Aku pun memasuki kelas lagi setelah aku diberi teh hangat oleh kakak cantik yang ternyata bernama Oktavia. Dilihat dari namanya udah ada oktanya, pasti dia lahir bulan Maret. Biarlah dia lahir bulan apapun, meskipun lahir sesudah Januari tapi sebelum Februari. Tidak akan mengurungkan niatku untuk mendekatinya. Dan aku pun berharap bel sekolah cepat berbunyi, dan aku bisa bertemu lagi dengan Oktavia sepulang sekolah.
            Akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggupun tiba, aku pulang sekolah dengan berbunga-bunga. Aku tunggu dia di depan gerbang sekolah. Setelah beberapa iklan sudah lewat akhirnya telah aku lihat wanita berambut panjang, bermata biru berkulit putih, dan bertubuh kencang yang tadi pagi menemani aku di UKS. Aku seperti harimau yang melihat kijang makan rumput di tengah padang rumput. Karena minim sekali ada kijang makan rumput di padang pasir. Setelah dia naik dimotorku, dia aku ajak berbicara “mau kemana neng”, dan dia ketawa kecil “ahh ngulucu aja kamu ini”. Kami pun berhenti di bakso pak Parman, karena bakso pak Parmin sedang tutup karena pak Parmin bersama Parmon dan Parmuno pergi ke rumah pamanya yang bernama Permen. Bakso pak Parman menurut pembicaraan anak-anak adalah bakso yang berbahaya. Mungkin nanti di tengah-tengah makan, baksonya bisa meledak. Karena mendengar berita tadi. Akhirnya aku hanya pesan es soda gembira kesukaanku, dan dia makan bakso.
            “enak baksonya?” tanyaku di awal perbincangan, namun dia menjawab”enak kok”, aakupun penasarn, akhirnya naluri makanpun tidak bisa dibendung lagi. Aku memesan dua mangkok sekaligus. Tapi ternyata memang bener2 enak, Okta pun ternyata wanita yang cukup rakus. Dia nambah lagi dua mangkok. Tapi yaa aku biarkan saja. Setelah beberapa saat kita mengobrol ternyata dia baru saja putus dari pacarnya karena LDR. Akibat Okta tidak kuat menjalani hubungan jauh. Seneng banget aku waktu mendengar berita itu.
            Dua mangkok yang aku pesan cepat sekali habis. Ternyata bakso pak Parman itu bener-bener enak, dan aku belom menemukan bahayanya bakso pak parman. Biarlah yang penting bakso pak Parman enak sekali, dan aku bakalan tetap beli baksonya pak Parman. Dan setelah kami berdua mau pulang, dan kami berdua bertukar pin BB. kita pun pulang. Dan aku membayar baksonya, disini aku menemukan bahayanya bakso pak Parman. Sialan ternyata bakso pak parman satu mangkoknya Rp 75.000. aku pun sadar, bakso pak parman lebih berbahaya dibandingkan buguru yang lagi marah.
            Aku pun pulang sambli meratapi nasib dompetku. Ternyata bakso pak Parman dibuat dari daging sapi impor. Sialnya lagi ketika aku menurunkan Okta di depan rumahnya, Okta ngajak ke baksonya pak Parman lagi. Enak katanya baksonya. Tapi biarah demi cinta, aku yakin besok aku bakalan nemuin alasan yang baru buat ngeles. Tapi hari ini begitu indah rasanya. Aku harap bahagia ini tidak hanya satu hari ini saja.
            Hari kedua aku mengenal Oktavia, satu kisah telah terbuat di bakso pak Parman, entah apa kelanjutannya hari ini. Hanya mungkin aku tidak siap mengikuti langkah detak jantung yang begitu cepat, sehingga aku merasakan mentari tak mampu bersinar sebaik biasanya. Sudah terlihat senyum Oktavia yang begitu manis, dengan langkah yang lembut, rambut yang berterbangan kemana-mana, seperti artis-artis di TV, jadi seperti mimpi ini semua. Dan aku melangkah mendekati Oktavia yang duduk di bangku kantin dengan mata menggodaku untuk segera menyatakan cinta. Tapi mungkin aku harus minum jamu kuat dulu supaya aku tidak pingsan apabila harus bener-bener ngungkapin perasaan ke Oktavia.
                “ehh Okta, udah lama disini?” tanyaku pada Okta,
“Barusan aja aku disini, gimana nanti sepulang sekolah jadi ke baksonya pak Parman lagi.” Mendengarnya aku pun menelan ludah GGGLLLLLEEKKKKK!!.
“mmm,, gimana kalo ganti tempat aja, supaya ada tempat baru”.
“okelahh terserah kamu aja.”
           
            Mendengar Okta tidak masalah ketika aku ajak ke tempat lain itu rasanya bahagia banget. Dan akhirnya tak terasa, lonceng petanda pulang sekolah berbunyi. Kedengarannya seperti ada kuntilanak yang mau masuk ke sekolah Teng….Teng….Teng….
            Aku pun mengajak Okta mengelilingi jalanan yang berlubang, supaya dia bisa nempel sama aku^^. Malemnya aku keluar lagi sama Okta, nonton fim hot (film yang terbaru maksudnya). Semakin lama kedekatanku dengan Okta semakin tumbuh. Entah apakah sama yang aku rasakan dengan yang Okta rasakan. Semangat untuk sekolahpun menjadi berkibar. Seperti bendera yang diletakkan tengah laut, entah siapa yang mau menaruh di tengah laut.
            Tiap hari aku BBMan dengan Okta, makin hari makin sayang. Lambat laun mulai kupertunjukkan sikapku yang aneh, yang secara tidak langsung menggambarkan aku suka sama dia. Kugambarkan sikapku dengan nulis namanya dikamar mandi wanita, “mention” dia terus, retweet semua yang dia tweet. Suatu ketika aku membaca tweetnya Okta yang bertuliskan. “When you tell me that you love me”. Entah itu buat siapa. Tapi rasa GR di dalam hatiku tak bisa ku sembunyikan.
            Berminggu-minggu telah berlalu, aku putuskan untuk mengungkapkan rasa yang sebenarnya pada Okta. Kejadian apapun yang akan aku alami nanti, harus kuterima. Misalnya aku pingsan waktu aku mau ngomong, aku mimisan di sampingnya. Atau mungkin nanti aku berak di celana melihat senyumnya. Dan aku harus pula menyiapkan mental apabila mendapatkan jawaban yang paling buruk. Yaitu “DITOLAK”. Aku bakalan gak masuk seminggu kalau aku bisa sampai di tolak oleh Oktavia.
            Aku ajak dia dinner di restoran yang sangat mewah. Yaa dirumahku tempatnya. Aku pandangi matanya, aku lihat manis senyumnya dan aku pegang tangannya. Ini, ini saatnya aku berbicara. Dalam hati ku menggumam seperti itu. “Okta aku sebenernya udah lama suka sama kamu, aku nyaman ada sama kamu. Aku Cuma pengen hari-hariku sekarang diisi oleh senyum indahmu, sampai suatu saat nanti. Tidak ada orang yang bisa berak lagi”. Kata-kata yang romantis telah aku gelontorkan sekuat tenaga, walaupun sedikit gugup dan kaku. Dengan aku mengungkapkan bahwa aku sayang dia, dia tersenyum, ketawa-ketawa. “ayoolah jawab, mumpung aku belum pingsan” pintaku lagi. “maafin aku yaa cup, aku gak bisa”. DUUUEEERRRR!!!!! Hatiku meledak seketika. Dan badanku langsung dingin. “maafin aku yaa,,”. Aku jawab dengan perkataan yang sangat munafik “iyaa gak apa-apa kok”. “iyaa maafin aku, soalnya aku memang gak bisa. Aku gak bisa jauh sama kamu. Aku mau jadi cewekmu.”
            Gilaaaaaaaa!!!!!!! Ini pertama kalinya aku diterima cewek, walaupun SUMPAH, dia begitu cantik, banyak cowok yang ngrebutin dia. Tapi Okta lebih milih aku, yaa mungkin Okta lagi gak sadarkan diri. Tapi biarlah, yang terpenting sekarang. Bagaimana caranya bisa membuat Okta bahagia sama aku. Aku tak akan pernah lupakan hari ini. 17 Desember 2013.
            Jadi kepada semua cewek-cewek, cobalah untuk mencoba membuka pintu untuk yang mau mendekati, gak semua cowok ganteng baik akhlaknya, dan gak semua cowok jelek, jelek pula akhlaknya. Jadikan cowok seperti bus, yang mencoba berhenti yang kita terima. Toh kalo kita gak cocok sama itu bus (misalnya itu bus gak berAC), kita bisa baik-baik bilang untuk berhenti katakan “kiri” maka kita bisa pergi dengan baik-baik. Dan bus yang berACpun di dalam belum tentu kita bisa merasa nyaman.  Siapa tahu ada yang mencurigakan, ada sesuatu yang di sembunyikan. Sehingga kita tidak betah berada dalm bus ataupun cowok yang baik. Dan buat para cowok. Hampir mirip, semuanya sama ajaa. Dan kita harus tetap mencobanya :D. Oktavia aja kenak?? ^^.


0 komentar:

Posting Komentar