Ucup Menjadi Beda
Hari-hariku berlalu kini semakin bahagia dengan Oktavia, begitu sebaliknya,, Della yang aku gatau lagi keadaannya setelah keputusan OSIS untuk sementara si bekukan. Entah apa yang bisa membuat aku sebahagia ini. Biasanya hari-hari dipenuhi dengan kejanggalan-kejanggalan yang tidak aku mengerti sebelumnya. Karena kejanggalan merupakan takdir. Jadi tidak ada yang mengetahuinya.
Hari ini, hari minggu. Waktunya untuk seneng-seneng bareng Oktavia, karena malem minggu kemarin aku belom sempet keluar jalan-jalan sama Oktavia. Karena menurutku lebih asik habiskan waktu pada hari minggu aja, karena bisa seharian. Tapi yaa memang kurang enak untuk dompetku. Karena sekarang tanggal tua. Belom waktunya gajian. Jangan salah,,, menyangka aku masih sekolah sehingga aku tidak punya gaji. Memang benar, tapi kan kalo tanggal tua, aku juga gak dapet duit dari orangtua.
Cerita-ceritaku akhir-akhir ini mungkin mulai membosankan, hanya menceritakan keAPESanku sehari-hari. Yaa karena memang gak ada yang bisa diceritain dari kebahagiaan seorang Ucup, soalnya memang gak ada. Yaa mungkin kebahagiaanku hanya terletak pada Oktavia kali ini, untung saja dia masih mau menerima aku. Mungkin jangka waktu dia tidak sadar dengan apa yang terjadi saat ini pada Oktavia terlalu panjang. Sehingga Oktavia masih mau menerima aku, mencintai aku, mennyayangi aku. Semoga kutukan pada Oktavia ini terjadi untuk selamanya.
Ketika dijalan, banyak sekali orang-orang yang tak tau aturan, karena memang saat ini banyak orang yang kurang berpendidikan menggunakan sepeda motor. Temenku aja kemarin baru dapet SIMnya odong-odong, sekarang dia udah sok-sokan bawa motor. Dan akhirnya dia di tabrak becak. Untungnya saja pak becak itu tidak marah-marah sama dia. Cuma aja, pak becak itu minta ganti rugi. (kayaknya lebih baik marah-marah daripada ganti rugi)… Akibat jalanan semrawut. Aku ditabrak lari oleh mobil Jazz warna putih. Dan aku masuk rumah sakit, tanpa aku meminta ganti rugi. Kali ini yang sakit bukan hanya seluruh anggota tubuh, tapi hatiku juga sakit. Karena aku gak bisa dapet uang dari orang yang menabrakku lari. Maksudnya orang yang mengendarai mobil itu melakukan tabrak lari terhadapku, bukan orangnya menabrakku dengan cara berlari.
Akupun menginap di rumah sakit, semua orang cemas terhadapku. Wajahku jatuh duluan dan terseret aspal waktu itu. Hebat kan aspal bisa menyeret wajahku. Intinya wajahku sekarang penuh luka. Dan yang aku rasakan, banyak enaknya sekarang di Rumah Sakit. Karena Oktavia yang menemani hari-hariku di rumah sakit bersama orang tuaku. Aku kan jarang diperhatiin seperti ini. Temen-temenku juga banyak yang datang kesini sambil membawa buah-buahan kesukaanku.
Dan setelah berhari-hari aku berada di rumah sakit, sekarang tibalah waktuku untuk pulang ke rumah. Aku lumayan bahagia, juga lumayan sedih karena kehilangan kebahagiaan yang jarang aku rasakan ketika aku berada di Rumah Sakit seperti kemarin. Dan sekarang aku mulai ngerjain tugas-tugas sekolah yang aku belom kerjakan selama aku tidak masuk sekolah. Bahagiapun datang lagi, ketika Okta mau menemaniku mengerjakan tugas yang tidak sedikit ini.
“aku bantuin kamu yaa sayang ngerjain tugas di rumahmu, boleh kan?” pesannya lewat bbm.
“boleh banget lah sayang, jangan lupa bawa makanan kucing kesukaanku”
“aneh-aneh aja kamu yank…yank, aku bawain kamu baksonya Pak Parman aja yaa sayang, kesukaanmu.”
“boleh banget tuch yank.” Seruku bahagia.
“yaa tapi kamu yang bayarin”
“iyaa…..” seruku terluka.
“yaa udah,, mumumu sayang… tunggu aku disana yaa”
“mumumu juga sayang, ati-ati yaa bawa mobilnya”
*gak bakalan seru kalo kamu belom baca cerpen yang “CINTAKU BERMULA DI UKS”
Bener kan yang aku bilang… aku merasa dompetku kembali DIET. Entah mengapa setelah aku dari rumah sakit. Perhatian banget Okta ke aku. Kok gak mulai dari dulu aja kayak gini yaa?? Ini yang namanya bahagia itu??? Susah nemuinnya dihidupku…
Sekarang udah besok. (bingung yaa) ini ceritanya udah keesokan hari. Ketika aku berangkat sekolah. Kali ini aku benar-benar hati-hati membawa motor. Supaya aku bisa sampai sekolah dengan selamat. Ada yang aneh pula pada hari ini. Gak seperti biasanya Oktavia meminta aku menjemput untuk berangkat sekolah. Mungkin Karena Okta malu punya cowok seganteng sejelek aku ini. Tapi tetaplah aku biarkan saja kebahagiaan ini mengalir. Semoga saja sampai aku mati aku bisa berasama Okta. Kalo perlu kuburan kita tetanggaan. Jadi nanti ditanya sama malaikatnya bareng-bareng.
Akhirnya setelah 15 menit perjalan aku sampai disekolah dengan selamat. Dengan seperti biasanya menyapa pak satpam yang sering aku beri uang untuk membantu aku kabur dari sekolah. Lagi-lagi gak seperti biasanya. Turun dari motor. Okta menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam sekolah?? Hal yang sangat aneh. Keanehan ini bisa saja masuk ke On The Spot “7 KEANEHAN-KEANEHAN YANG PALING ANEH DARI YANG TERANEH”. Andai saja setiap hari Okta seperti ini sama aku, aku makin bahagia. Dan aku makin sayang sama Okta. Mungkin dia udah lupa sama rasa malunya.
Ketika aku masuk ke sekolah pun, aku diberitahu kabar unik dari Tomi.
“cup tadi ada cewek yang minta pin BBmu”
“siapa emangnya??” tanyaku penasaran yang bercampur aduk dengan bahagia
“Fenny, Rosa, Yuli, Bunga, Puspi, Vebby, Putri. Dan ada 3 lagi tapi aku lupa namanya, habis makan apa kamu emangnya?? Banyak bener..”.
Sebelum aku selesai mendengarkan pembicaraan Tomi, aku Sudah terlebih dahulu pingsan. Ternyata menurut survey, aku memilik aura yang beda dan aku tampak lebih tampan daripada biasanya. Dan itu membuat aku memiliki daya tarik yang lebih. (kenapa gak dari dulu aja sih aku kayak gini) pikirku dalam hati. Yang penting mulai saat ini, aku lebih bahagia lagi dari hari-hari sebelumnya. God knows what will happen next.
BERSAMBUNG…
Hari-hariku berlalu kini semakin bahagia dengan Oktavia, begitu sebaliknya,, Della yang aku gatau lagi keadaannya setelah keputusan OSIS untuk sementara si bekukan. Entah apa yang bisa membuat aku sebahagia ini. Biasanya hari-hari dipenuhi dengan kejanggalan-kejanggalan yang tidak aku mengerti sebelumnya. Karena kejanggalan merupakan takdir. Jadi tidak ada yang mengetahuinya.
Hari ini, hari minggu. Waktunya untuk seneng-seneng bareng Oktavia, karena malem minggu kemarin aku belom sempet keluar jalan-jalan sama Oktavia. Karena menurutku lebih asik habiskan waktu pada hari minggu aja, karena bisa seharian. Tapi yaa memang kurang enak untuk dompetku. Karena sekarang tanggal tua. Belom waktunya gajian. Jangan salah,,, menyangka aku masih sekolah sehingga aku tidak punya gaji. Memang benar, tapi kan kalo tanggal tua, aku juga gak dapet duit dari orangtua.
Cerita-ceritaku akhir-akhir ini mungkin mulai membosankan, hanya menceritakan keAPESanku sehari-hari. Yaa karena memang gak ada yang bisa diceritain dari kebahagiaan seorang Ucup, soalnya memang gak ada. Yaa mungkin kebahagiaanku hanya terletak pada Oktavia kali ini, untung saja dia masih mau menerima aku. Mungkin jangka waktu dia tidak sadar dengan apa yang terjadi saat ini pada Oktavia terlalu panjang. Sehingga Oktavia masih mau menerima aku, mencintai aku, mennyayangi aku. Semoga kutukan pada Oktavia ini terjadi untuk selamanya.
Ketika dijalan, banyak sekali orang-orang yang tak tau aturan, karena memang saat ini banyak orang yang kurang berpendidikan menggunakan sepeda motor. Temenku aja kemarin baru dapet SIMnya odong-odong, sekarang dia udah sok-sokan bawa motor. Dan akhirnya dia di tabrak becak. Untungnya saja pak becak itu tidak marah-marah sama dia. Cuma aja, pak becak itu minta ganti rugi. (kayaknya lebih baik marah-marah daripada ganti rugi)… Akibat jalanan semrawut. Aku ditabrak lari oleh mobil Jazz warna putih. Dan aku masuk rumah sakit, tanpa aku meminta ganti rugi. Kali ini yang sakit bukan hanya seluruh anggota tubuh, tapi hatiku juga sakit. Karena aku gak bisa dapet uang dari orang yang menabrakku lari. Maksudnya orang yang mengendarai mobil itu melakukan tabrak lari terhadapku, bukan orangnya menabrakku dengan cara berlari.
Akupun menginap di rumah sakit, semua orang cemas terhadapku. Wajahku jatuh duluan dan terseret aspal waktu itu. Hebat kan aspal bisa menyeret wajahku. Intinya wajahku sekarang penuh luka. Dan yang aku rasakan, banyak enaknya sekarang di Rumah Sakit. Karena Oktavia yang menemani hari-hariku di rumah sakit bersama orang tuaku. Aku kan jarang diperhatiin seperti ini. Temen-temenku juga banyak yang datang kesini sambil membawa buah-buahan kesukaanku.
Dan setelah berhari-hari aku berada di rumah sakit, sekarang tibalah waktuku untuk pulang ke rumah. Aku lumayan bahagia, juga lumayan sedih karena kehilangan kebahagiaan yang jarang aku rasakan ketika aku berada di Rumah Sakit seperti kemarin. Dan sekarang aku mulai ngerjain tugas-tugas sekolah yang aku belom kerjakan selama aku tidak masuk sekolah. Bahagiapun datang lagi, ketika Okta mau menemaniku mengerjakan tugas yang tidak sedikit ini.
“aku bantuin kamu yaa sayang ngerjain tugas di rumahmu, boleh kan?” pesannya lewat bbm.
“boleh banget lah sayang, jangan lupa bawa makanan kucing kesukaanku”
“aneh-aneh aja kamu yank…yank, aku bawain kamu baksonya Pak Parman aja yaa sayang, kesukaanmu.”
“boleh banget tuch yank.” Seruku bahagia.
“yaa tapi kamu yang bayarin”
“iyaa…..” seruku terluka.
“yaa udah,, mumumu sayang… tunggu aku disana yaa”
“mumumu juga sayang, ati-ati yaa bawa mobilnya”
*gak bakalan seru kalo kamu belom baca cerpen yang “CINTAKU BERMULA DI UKS”
Bener kan yang aku bilang… aku merasa dompetku kembali DIET. Entah mengapa setelah aku dari rumah sakit. Perhatian banget Okta ke aku. Kok gak mulai dari dulu aja kayak gini yaa?? Ini yang namanya bahagia itu??? Susah nemuinnya dihidupku…
Sekarang udah besok. (bingung yaa) ini ceritanya udah keesokan hari. Ketika aku berangkat sekolah. Kali ini aku benar-benar hati-hati membawa motor. Supaya aku bisa sampai sekolah dengan selamat. Ada yang aneh pula pada hari ini. Gak seperti biasanya Oktavia meminta aku menjemput untuk berangkat sekolah. Mungkin Karena Okta malu punya cowok seganteng sejelek aku ini. Tapi tetaplah aku biarkan saja kebahagiaan ini mengalir. Semoga saja sampai aku mati aku bisa berasama Okta. Kalo perlu kuburan kita tetanggaan. Jadi nanti ditanya sama malaikatnya bareng-bareng.
Akhirnya setelah 15 menit perjalan aku sampai disekolah dengan selamat. Dengan seperti biasanya menyapa pak satpam yang sering aku beri uang untuk membantu aku kabur dari sekolah. Lagi-lagi gak seperti biasanya. Turun dari motor. Okta menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam sekolah?? Hal yang sangat aneh. Keanehan ini bisa saja masuk ke On The Spot “7 KEANEHAN-KEANEHAN YANG PALING ANEH DARI YANG TERANEH”. Andai saja setiap hari Okta seperti ini sama aku, aku makin bahagia. Dan aku makin sayang sama Okta. Mungkin dia udah lupa sama rasa malunya.
Ketika aku masuk ke sekolah pun, aku diberitahu kabar unik dari Tomi.
“cup tadi ada cewek yang minta pin BBmu”
“siapa emangnya??” tanyaku penasaran yang bercampur aduk dengan bahagia
“Fenny, Rosa, Yuli, Bunga, Puspi, Vebby, Putri. Dan ada 3 lagi tapi aku lupa namanya, habis makan apa kamu emangnya?? Banyak bener..”.
Sebelum aku selesai mendengarkan pembicaraan Tomi, aku Sudah terlebih dahulu pingsan. Ternyata menurut survey, aku memilik aura yang beda dan aku tampak lebih tampan daripada biasanya. Dan itu membuat aku memiliki daya tarik yang lebih. (kenapa gak dari dulu aja sih aku kayak gini) pikirku dalam hati. Yang penting mulai saat ini, aku lebih bahagia lagi dari hari-hari sebelumnya. God knows what will happen next.
BERSAMBUNG…
0 komentar:
Posting Komentar