CERPEN SEMBELITKU KEKASIHKU

SEMBELITKU KEKASIHKU

Ceritaku yang ini mungkin ceritaku yang paling jorok. Awal mula cerita ini terbuat memang karena spesies penyakit mematikan. SEMBELIT. Ketika aku lagi makan siang di kantin bareng Tomi dan Bella, (Aku tidak lagi memanggilnya kak). makan bakso yang extra pedas, pedasnya level 3. Ini sudah sangat pedas sekali, karena perutku tidak terlalu kuat, berlawanan dengan penyakit jombloku yang begitu kuat bersamaku. Aku terbengong seperti hari-hari biasanya akibat penyakitku Jomblo Stadium 4. Aku berusaha mencari cewek lagi setelah pertama kalinya aku gagal mendapatkan cewek. Karena memang hanya sekali aku berusaha, memperebutkan hati Bella itu.
Bel masuk pun berbunyi aku memasuki kelas bersama Tomi, Budel, dan Kelvin. Teman satu kelas yang sangat akrab ini. Mengalahkan persahabatan boyband smash. Pak guru yang mengisi kelas hari ini terlihat begitu seram, dengan rambut setengah botak, tangan seperti olahragawan. Dan penggaris panjang sepanjang titit kuda.
Perutku terasa begitu sakit, mules. Mungkin akibat makan bakso yang terlalu pedas tadi. Belom lagi aku tambah mules ketika liat wajah Pak Bagiono di depan kelas. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, lagi-lagi aku apes di sekolah. Mungkin aku merupakan orang terapes ke 17 di buku Guinnes World Record. Aku berusaha untuk  kentut tapi tidak bunyi, aku ngeden sekuat tenaga. Tapi alhasil “Tiiiiiuuuuuuuuuutttt” kentut pelan tapi merdu keluar dari pantatku. Masalah yang terjadi adalah teman-teman satu kelas mengetahui bahwa aku kentut. “Kerjaanmu cup” sahut salah seorang teman kelasku.. “hahahahahaha” mereka meneertawaiku secara kompak. “Diam” kata Pak Bagiono. “Ihh si botak marah” kata Kelvin yang duduk dibelakangku.
Kentutku berbuntut panjang, sudah aku ditertawakan dan disalahkan orang satu kelas karena kentutku yang lucu namun bisa mematikan ini trercipta. Perutku makin mules seiring berjalannya waktu. Setelah bel istirahat aku langsung buru-buru pergi ke toilet tengah kelas. Sial, masih harus antri, dan akhirnya aku masuk ke kamar mandi wanita karena aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit perutku ini. Eekku yang mungkin sudah 2cm dari permukaan, tidak bisa keluar mungkin karena dia ngambek ditahan 2 jam.
“Tom anterin aku pulang yuk, gak tahan”,
“Gak tahan mau ngempeng nyokap cup?”, katanya nyebelin.
“yaa kagaklah, aku kebelet PUP , ayoolah”
“Kagak ahh, aku kenak marah pak guru ntar” jawab Tomi. Yang terjadi aku malah kabur dari sekolah dengan menyogok satpam uang 50000 perak. Sesampai aku dirumah aku langsung ke WC. Tapi tetep aja sembelit itu menghantuiku. Aku memeras otak untuk menemukan cara menghilangkan penyakit sembelit ini tadi. Karena aku yakin, apabila aku masih saja sembelit, esok hari aku takkan berani masuk sekolah lagi.
Tengah malam pukul 2. Aku tidak bisa merasakan nyenyaknya tidur, karena perutku rasanya seperti ditusuk samurai.  Tidak kuat lagi aku menahan. Sakit yang aku raasakan tidak lagi aku bisa tahan. Aku terbangun, aku pergi ke WC tengah malam, tetap saja aku tidak bisa berak dengan lancar. Aku langsung tidur lagi dengan tidak memepduilkan sakit perutku yang selalu mengusik.
Pagi tiba, akhirnya aku mencoba pijit-pijit sedikit perutku, karena siapa tahu saja bisa tidak sembelit lagi, tapi tetap saja aku sembelit. Dan akhirnya aku paksakan untuk mencoba berangkat sekolah. Sekolahpun jadi tempatku mengadu rasa sembelit ini. Dia (sembelit) selalu menggangguku waktu jam perlajaran sekolah. Tapi apalagi yang bisa aku perbuat dengan rasa ini. Sembelitku lebih perhatian ketimbang kakasihku sendiri. Karena sembelit ini selalu menemaniku tiap hari.
            Rasa yang telah aku pendam, yaitu rasa sembelit di perut, akhirnya bisa terselesaikan. Ketika aku memasuki kamar mandi, dan aku tidak sengaja membawa handphone ke dalam kamar mandi. Dan aku gunakan untuk memutar lagu saja, sambil aku nongkrong di atas kloset. Mungkin kalo ada warkop dekat kloset mungkin bakalan lebih laku. Karena kloset merupakan tempat yang baik untuk nongkrong. Mulai dari anak-anak sampai tua, pasti pernah nongkrong di kloset. Jadi peluang kerja bagus untuk membangun warkop di dekat kloset.
            Setelah lagu pertama selesai “when you’re gone – Avril Lavigne” lagu yang berikutnya aku dengar adalah lagu asing yang aku dengar. Tapi dengan berputarnya lagu tersebut, seperti ada yang mendorong kotoran ini keluar. Dan akhirnya aku sembuh dari sembelit selama 3 hari ini. Ternyata lagu yang aku dengar adalah “Devil Slide – Joe Satriani” jadi tips ini mungkin bisa juga anda terapkan. Dan kini tiap kali aku pergi ke kamar mandi untuk nongkrong di kloset, aku selalu mendengarkan lagu ini, dan kini aku terhindar dari penyakit sembelit. “BAB itu mahal harganya, seandainya kita tidak bisa BAB, jangan siakan BAB mulai saat ini”
            Jadi itu satu gambaran lagi untuk kita manusia, kita manusia itu tidak ada yang sempurna. Karena kita semua masih mengeluarkan kotoran dari tubuh kita. Dari telinga kita, dari hidung kita, dari pantat kita. Bahkan dari mulutpun kita sering mengeluarkan kotoran. Jadi selama hidup jangan pernah sombongkan dengan apa yang kita miliki. Ini semua hanyalah titipan semata. Kita itu kotor, kita itu jorok, kita itu tidak akan pernah sempurna.


0 komentar:

Posting Komentar